5 Cara Islami Mendidik Anak di Era Digital

5 Cara Islami Mendidik Anak di Era Digital

Anak merupakan amanah dari Allah yang sudah semestinya kita jaga dengan baik, salah satunya dengan mendidiknya dengan benar dan sesuai dengan nilai-nilai islam.

Mendidik anak tidak hanya tentang transformasi ilmu dari orangtua ke anak. Namun juga belajar bersama-sama. Apalagi di era digital ini, perkembangan teknologi berkembang pesat. Karenanya mempelajari hal-hal baru yang ada di era digital pada anak tentu tidak ada salahnya.

Tidak hanya belajar mengenai teknologi terbaru, namun juga pada aspek yang lebih luas seperti bagaimana cara anak di era digital berpikir dan mengambil keputusan? Hal-hal itu bisa dipelajari pada anak dengan diskusi atau dengan sering melakukan aktivitas bersama.

Begitu juga dengan anak, pendidikan yang didapat dari orang tuanya tak hanya sebatas petuah saja, namun pendidikan juga bisa dipelajari dari tindakan. Karenanya penting sekali orangtua memahami ilmu agama agar memiliki karakter islami yang bisa menjadi contoh bagi anak-anaknya.  Selain itu, ada cara-cara lain yang bisa orangtua lakukan dalam proses mendidik anak. Berikut lima cara islami mendidik anak di era digital:

1. Orangtua Harus Update

Seperti yang telah diuraikan diatas, orangtua juga bisa ikut belajar dari anak. Jika anak tampaknya sedang sangat tertarik dalam dunia game, maka mintalah anak untuk mengikutsertakan anda saat bermain game, setidaknya menonton ia bermain game.

Namun, sebelum memintanya untuk mengenalkan game itu, pastikan anda sebagai orangtua sudah mencari tahu tentang game tersebut terlebih dahulu agar anak tidak merasa kesal karena orangtuanya tidak tahu menahu sama sekali. Jika anda tau dan nyambung saat anak membicarakan game tersebut, anak akan merasa anda sebagai temannya, yang tidak kaku dan mau menerima kegemarannya. Sehingga ketika anda membuat beberapa aturan seperti misalnya batasan bermain game, ia lebih mudah menerimanya.

2. Meluangkan Waktu Bersama dan Ajak Ia Berkomunikasi

Luangkan waktu untuk menciptakan memori yang indah bersama anak dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan. Pastikan tidak hanya orangtua yang menikmati kebersamaan itu, namun juga anak. Anak harus merasa aman, nyaman dan bahagia ketika menghabiskan waktu bersama. Karenanya pilihlah aktivitas yang anda dan anak senangi.

Baca juga: Inilah Muslimah Penemu Alat Tes Covid-19 Tercepat di Dunia

Di waktu tersebut, jangan lupa untuk menyisipkan petuah-petuah dengan komunikasi yang ringan dan tidak  menggurui. Ajarkan konsep tauhid dengan bahasa sederhana. Agar ia mampu mengamalkan ajaran islam dengan tulus dan ia mampu mencintai Allah dari dalam lubuk hatinya. Jika rasa cinta terhadap Allah telah tumbuh mekar dalam dirinya, maka akan lebih mudah baginya untuk memberikan batasan terhadap dirinya sendiri. Batasan pada lingkungannya, batasan terhadap kegemarannya dan segala aspek lainnya.

Orangtuapun tak perlu jadi sosok yang menakutkan, yang terkadang kasar, dan suka menghakimi. Namun, jadilah orangtua yang bisa menjadi teman terbaiknya serta sosok yang paling bisa ia andalkan dan tentunya, yang paling ia kasihi hingga tak rela ia menyakiti orangtuanya sedikitpun.

3. Menjadi Teladan Yang Baik

Orangtua menjadi role model bagi anak-anaknya. Karena itu, orangtua harus memberikan contoh yang baik dan selaras dengan perkataannya. Jangan memarahi anak yang terus-terusan asik dengan gadgetnya, sedang kita sebagai orangtua juga tidak lepas dengan gadget.

Namun, ketika meminta anak untuk mengurangi penggunaan gadget misalnya, mulailah dari diri sendiri untuk tidak terlalu sering main gadget juga. Berlaku juga dengan hal-hal lain. Jika ingin anak terus betah dengan Al-quran, jangan paksa dan ancam anak ketika ia tidak mau mengaji. Namun utarakan nikmatnya mengaji, keutamannya, kelebihannya, dan ceritakan kisah yang menggugah mengenai alquran. Tidak hanya itu, orangtua harus dekat dengan Al-quran, sehingga anak akan percaya dengan kata kata orangtua dan mampu menikmati melakukan ibadah serta amal kebaikan, bukan karena paksaan dan ancaman.

4. Adanya Kedua Peran Orangtua Dalam Mendidik Anak

Tidak hanya ibu, namun peran ayah dalam mendidik anak juga sangatlah penting. Elly Risma, seorang psikolog dan pendiri yayasan kita dan buah hati menyatakan bahwa pandangan ibu dan ayah haruslah sama. Keduanya harus memiliki tanggung jawab penuh atas jiwa, pikiran, keimanan, kesejahteraan serta tubuh sang anak.

5. Menentukan tujuan pengasuhan

Selain saling bertanggung jawab penuh terhadap anak, kedua orangtua baiknya menentukan tujuan pengasuhan. Hal ini bisa disepakati bersama tentang apa yang diprioritaskan sehingga memudahkan dalam perjalanan mendidik anak.

Itulah Lima Cara Islami Mendidik Anak di Era Digital. Semoga bisa menjadi catatan tambahan untuk para orangtua agar tidak pernah lelah untuk terus belajar hal baru, dan mengedepankan rasa sabar serta ikhlas dalam proses mendidik anak. InsyaAllah, semua ada jalannya. Semangat berikhtiar dan melantunkan doa doa, semoga Allah berikan buah yang manis dari segala lelah.