Akibat Menggunakan Merek Yang Sama Dengan Orang Lain

Akibat Menggunakan Merek Yang Sama Dengan Orang Lain

Hak merek merupakan salah satu aset intellectual property. Jika ditinjau dari segi hukum, maka merek merupakan sebuah tanda yang bisa berupa gambar, logo, nama, huruf, angka, sususan warna, dalam bentuk dua maupun tiga dimensi, berupa suara, hologram, kombinasi dua atau lebih untuk membedakan suatu barang maupun jasa yang diproduksi seseorang maupun kelompok dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa.

Hak merek bisa memiliki nilai maupun valuasi yang jauh melebihi perusahaannya sendiri jika dikelola dengan benar, karenanya merek merupakan suatu elemen penting dari sebuah produk, ia menjadi identitas produk yang mampu menjadi pembeda dengan produk yang lain. Suatu merek juga melekat hak ekonomi bagi si pemilik hak tersebut. Namun, bagaimana jika suatu merek mengikuti merek produk yang lain? Jika itu terjadi, maka akan mendapatkan sanksi pidana yang sesuai seperti yang tercantum pada pasal 100 hingga pasal 102 UU Merek. Berikut bunyi pasal nya:

Pasal 100 UU 20/2016:

  1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak menggunakan Merek yang sama pada keseluruhannya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).
  2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak menggunakan Merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan Merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).
  3. Setiap Orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), yang jenis barangnya mengakibatkan gangguan kesehatan, gangguan lingkungan hidup, dan/atau kematian manusia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Pasal 101 UU 20/2016:

  1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak menggunakan tanda yang mempunyai persamaan pada keseluruhan dengan Indikasi Geografis milik pihak lain untuk barang dan/atau produk yang sama atau sejenis dengan barang dan/atau produk yang terdaftar, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah)
  2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak menggunakan tanda yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan Indikasi Geografis milik pihak lain untuk barang dan/atau produk yang sama atau sejenis dengan barang dan/atau produk yang terdaftar, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Pasal 102 UU 20/2016: Setiap Orang yang memperdagangkan barang dan/atau jasa dan/atau produk yang diketahui atau patut diduga mengetahui bahwa barang dan/atau jasa dan/atau produk tersebut merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 dan Pasal 101 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

Baca juga: Pentingnya Hak Merek Untuk Bisnis

Dengan melihat bagaimana sanksi yang bisa didapatkan atas penggunaan merek yang sama dengan oranglain membuat kita harus menjadi lebih hati hati dan teliti. Ketidaktahuan dan ketidaksengajaan tidak bisa menjadi alasan untuk membenarkan perbuatan tersebut. Karenanya sebelum memutuskan, harus melakukan pengecekan terlebih dahulu.