Bentuk-Bentuk Komersialiasi Intellectual Property Rights

Bentuk-Bentuk Komersialiasi Intellectual Property Rights

Seperti yang telah kita ketahui bahwa kita bisa mengkomersilkan intellectual property rights yang kita miliki. Ya, tentu saja milik sendiri. Tidak boleh mengkomersilkan ciptaan orang lain. Walaupun banyak sekali orang yang sekarang mengambil keuntungan dari hasil ciptaan orang lain seperti misalnya menyebarkan tanpa izin buku dalam bentuk ebook atau bahkan menduplikasi dan mengedarkannya ulang, banyak juga kita melihat betapa banyaknya beredar film film bajakan.

Sehingga, perlu dipastikan untuk mengkomersilkan hanya karyakarya milik diri sendiri. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapat manfaat ekonomis dari karya yang telah kita buat. Beberapa diantaranya bisa dipilih berdasar mana yang paling cocok dengan diri kita. Tentu, akan ada positif dan negatifnya. Ada beberapa bentuk komersialisasii intellectual property rights:

1. Mengembangkan Sendiri

Pemilik hak cipta bisa saja mengembangkan sendiri hasil ciptannya. Seperti misalnya penulis yang memilih menerbitkan bukunya sendiri, serta mengedarkan bukunya tanpa menggunakan pihak penerbit lainnya. Dengan mengembangkan sendiri, resiko yang dimiliki ditanggung sendiri dan mendapatkan pengembalian ekonomis yang paling besar. Namun, perlu digarisbawahi bahwa pemilik karya memiliki sumber daya yang mampu mengembangkan usaha tersebut.

2. Mengakuisisi

Mengakuisi lebih cepat prosesnya dibanding dengan mengembangkannya sendiri. pemegang HKI dapat meningkatkan daya saingnya untuk penetrasi pasar dengan lebih cepat karena memperpendek time to market dengan tetap mempertahankan kendali total (Megantz, 1996). Mengakuisi memiliki jalan yang lebih pendek dari perjalanan seseorang yang memulai semuanya dari nol. Namun tantangan lain yang bisa dihadapi adalah bagaimana beradaptasi dengan perusahaan baru yang tentu saja memiliki latar serta budaya kerja yang berbeda

3. Joint Venture

Jika ada dua perusahaan yang memiliki kesamaan tujuan, kemudian bisa saling melengkapi satu sama lain maka bisa saja menggabungkan dua perusahaan berlayar kearah yang sama. Hal ini tentu akan memudahkan menuju tujuan yang ingin dicapai. Menurut Megantz (1996), dalam joint venture ini dua perusahaan/lebih menyetujui untuk berbagi modal, teknologi, sumberdaya manusia, resiko dan imbalan dalam pembentukan unit usaha baru di bawah pengawasan bersama.

Baca juga: Peran Serta Fungsi Intellectual Property Rights

4. Lisensi

Pemilik karya juga bisa memberikan izin kepada pihak lain berdasarkan pemberian hak untuk dapat menikmati suatu manfaat ekonomi dai intelectual property rights dalam jangka waktu serta syarat tertentu. Nah, hak untuk menggunakan intellectual property ini biasanya ditukar dengan biaya lisensi misal dalam bentuk royalti. Misalnya ada persentase pembagiannya. Bentuk lisensi ini paling banyak digunakan dalam komersialisasi intellectual property rights.

5. Aliansi Strategis

Jika ada dua perusahaan yang punya tujuan yang sama dan bisa saling memberikan keuntungan, maka sebuah aliansi bisa dibentuk dan memungkinkan adanya pembagian keuntungan. Melalui aliansi ini, setiap perusahaan bisa memgerahkan keahliannya masing masing untuk mengambil manfaat sebesar besarnya pada pasar maupun perusahaan setuju dalam memasarkan serta menjual produk yang dihasilkan perusahaan lain. Misalnya partner menangani market sedang si pemilik karya fokus pada pengembangan manfaat.

6. Penjualan

Pemilik intellectual property rights bisa melakukan penjualan atas karya yang dimilikinya.

Nah, itu dia Bentuk Bentuk Komersialiasi Intellectual Property Rights yang bisa dilakukan oleh pemilik karya. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan rambu-rambu agar tidak berujung pada penyalahgunaan atau melakukan pelanggaran.