Cara Menjadi Orangtua Bijak

Cara Menjadi Orangtua Bijak

Seseorang yang memiliki sifat bijaksana, akan selalu mendahulukan akal serta budinya baik melalui pengalaman dan juga ilmu pengetahuan. Orang yang bijaksana juga lebih teliti, cermat dalam menghadapi sesuatu kesulitan dan banyak hal lain yang menimpanya. Karenanya, seseorang apalagi orangtua disarankan memiliki sifat bijaksana, apalagi saat dihadapkan dalam perjalanan mendidik anak.

Menjadi orangtua bijaksana berarti memiliki pola pikir tidak seperti orangtua biasa. Orangtua biasa mungkin akan mengatur segala hal tentang anaknya, orangtua bijaksana akan memberikan anak-anaknya kesempatan untuk mengatur hidupnya tentu tetap sesuai dengan norma. Orangtua biasa juga memberikan jalan pintas pada anak, seperti langsung memberi solusi atas masalahnya namun orangtua bijak akan membantunya menemukan solusi.

Orangtua biasa akan menghakimi anaknya ketika tidak mampu melakukan sesuatu, orangtua bijak akan mendampingi dan mengajak anaknya belajar bersama untuk mencapai ketidakbisaan anak. Orangtua biasa akan membandingkan bandingkan anaknya dengan anak orang lain, orangtua bijaksana tidak akan membandingkan anaknya, melainkan mendorong anaknya untuk tumbuh kembang dengan baik. Begitulah sepintas mengenai perbedaan orangtua biasa dengan orangtua yang bijaksana. Berikut merupakan cara menjadi orangtua yang bijaksana:

1. Quality Time Dengan Anak

Disela sela kesibukan bekerja, luangkanlah waktu bersama anak. Berikan waktu yang berkualitas padanya. Tidak sambil memegang kerjaan, dan setengah-setengah menanggapinya. Lebih baik sebentar dan bermakna dibanding lama namun tidak memiliki arti. Waktu bersama bisa dihabiskan dengan saling bercerita, bermain bersama bahkan juga belajar. Biarkan anak yang memilik aktivitas mana yang anak senangi.

Dengan menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak, akan meningkatkan hubungan yang kian erat antar orangtua dan anak. Orangtua makin kenal dengan anaknya, begitu pula anak terhadap orangtua. Pada saat itu juga, anak bisa merasakan kepedulian orangtua terhadapnya.

Baca juga: Tips Hidup Sehat Ala Riko the Series

2. Berani Meminta Maaf Jika Bersalah

Sebagai orangtua, kita sering mengajari anak bagaimana caranya berani meminta maaf. Nah, sebaiknya tidak hanya mengajari anak. Namun aplikasikan juga pada diri sendiri. Saat orangtua melakukan kesalahan pada anak disengaja maupun tidak disengaja, maka beranilah untuk meminta maaf. Ujarkan maaf dengan perasaan yang tulus, dan berusaha untuk tidak mengulanginya. Hal itu bisa mengajarkan anak lebih mudah untuk berani meminta maaf pada oranglain saat melakukan kesalahan juga.

3. Memberikan Apresiasi Pada Anak

Seringkali sebagai orangtua mengingat kesalahan yang anak lakukan. Bahkan, saat ia membuat kesalahan. Tanpa sadar, kesalahan kesalahan lain ikut diungkit. Belum lagi menceritakan kekurangannya terhadap orang lain, ditambah dengan membandingkan anak dengan anak orang lain hanya akan membuat anak krisis kepercayaan diri bukan malah makin mau berusaha. Sebaiknya, orangtua memberikan anak apresiasi atas usaha yang telah ia lakukan.

Orangtua bisa memberikan apresiasi lewat banyak hal, seperti salah satunya lewat pujian. Misalnya memuji usaha anak ketika berhasil membaca. Walaupun bacaannya belum sempurna, orangtua bisa memujinya dan memberikannya semangat agar ia terus berusaha dan yakin pada dirinya sendiri. Hal ini lebih berefek kepadanya dibanding dengan memaksa, atau bahkan dengan memberikannya ancaman. Hal seperti itu hanya malah berdampak buruk pada anak.

Begitulah tiga cara agar bisa menjadi orangtua yang bijak. Ya, orangua yang bijak sudah seharusnya tidak mementingkan keinginannya sendiri. Semoga kita semua bisa menjadi orangtua bijak dalam banyak hal ya. Seperti salah satunya bijak dalam memberikan tontonan pada anak, berikan tontonan yang durasinya tidak lama sehingga tidak membuat anak harus menghabiskan banyak waktu didepan layar. Selain itu yang memiliki banyak nilai kebermanfaatan seperti serial animasi Riko The Series salah satunya. Yuk, semangat jadi orangtua bijak !