Ilmuwan Muslim Penemu Pesawat Terbang

Ilmuwan Muslim Penemu Pesawat Terbang

Salah satu ilmuwan penemu pesawat terbang ialah Abbas Ibn Firnas, seorang ilmuwan muslim yang berasal dari Qurtuba Al-Andalus (Cordoba, Spanyol). Ia lahir di Izn-Rand Onda Al-Andalus pada tahun 810 Masehi. Abbas Ibn Firnas memang lahir di Ronda, Spanyol namun masa hidupnya ia habiskan di Cordoba. Abbas Ibn Firnas merupakan seseorang yang ahli di berbagai ilmu seperti pada ilmu matematika, fisika, astronomi, dan juga ilmu aerodinamika.

Pada tahun 875 Masehi, Abbas Ibn Firnas mulai mencoba membuat sebuah pesawat kayu sederhana, dan kemudian ia menjadi pengendali dari pesawat kayu buatannya. Ketertarikan ia terhadap ilmu aerodinamika ialah ketika Abbas melihat aksi akrobatik yang dilakukan Armen Firman. Armen Firman merupakan seseorang yang dikenl memiliki nyali besar. Armen Firman menggelar sebuah pertunjukan pesawat yang juga berbahan kayu yang dikendalikan sendiri.

Aksi yang dilakukan Armen cukup menegangkan. Armen naik ke puncak menara Masjid Agung di Cordoba, kemudian ia melompat dengan pesawat terbang yang ia buat. Namun, saat itu Armen gagal menerbangkan pesawatnya dengan baik, karena pada akhirnya pesawat itu jatuh namun Armen selamat dari insiden tersebut. Melihat pertunjukan itulah yang membuat Abbas Ibn Firnas menjadi termotivasi untuk mempelajari aerodinamika, cabang dari ilmu dinamika fluida dan juga dinamika gas. Ilmu ini dapat dikaitkan dengan ilmu tentang pesawat terbang mengenai pengoperasian dan juga desainnya.

23 tahun setelah menonton pertunjukan Armen Firman, tepat pada 872 Masehi, Abbas Ibn Firnas mampu menciptakan sebuah pesawat yang terbuat dari kayu. Pesawat tersebut dilengkapi dengan kedua sayap yang berbahan sutra dan juga bulu bulu. Abbas juga ikut membuat pertunjukan atas penemuannya. Hanya saja, titik tolak yang dipilih Abbas lebih tinggi, yaitu di Bukit Jabal Al-Arus di dekat Cordoba, tepatnya di daerah Rusafa.

Baca juga: Tips Membangun Kepercayaan Diri Anak

Dikisahkan, sebelum menaiki pesawatnya ia telah mengucapkan kaimat perpisahan, antisipasi jika ternyata percobaannya gagal. Namun, ternyata percobaannya bisa dibilang berhasil. Ya, Abbas berhasil menerbangkan pesawatnya hingga 10 menit walaupun akhirnya pendaratannnya tidak sukses karena kecepatan pesawat yang tidak bisa dikendalikan. Abbas pun mengalami cedera yang serius saat itu.

Dari kegagalan itu, Abbas belajar bahwa desain pesawat yang ia buat belum dilengkapi dengan alat yang mampu memperlambat kecepatan saat mendarat. Abbas pun menyadari bahwa burung menggunakan sayap juga ekornya untuk menahan laju saat mendarat. Ia jadi sadar bagian mana yang harus diperbaiki. Namun, Abbas tak mampu untuk menciptakan pesawat lain yang telah dimodifikasi dengan beberapa perbaikan yang ia sadari karena kondisi tubuh setelah penerbangan perdananya membuat kesehatannya memburuk. 12 tahun usai insiden tersebut, Abbas Ibn Firnas pun menutup usianya.

Namun, uji coba yang dilakukan Abbas menjadi bahan pelajaran bagi para ilmuwan setelahnya. Perjalanan Abbas dalam upaya membuat pesawat terbang pun ditulis oleh sejarawan bernama Philip K Hitti pada buku History of The Arabs. Philip menuliskan Abbas bin Firnas sebagai tokoh besar islam yang melakukan uji coba penerbangan pertama dalam bukunya.

Begitulah ceita inspirasi mengenai ilmuwan muslim pertama yang membuat pesawat terbang. Kisah ini cukup bagus sekali diceritakan kepada anak anak kita untuk memotivasi anak terus berinovasi. Mungkin, menjelaskan kisah pada anak terasa berat dengan memberikannya pedoman bacaan. Nah, buat para orangtua bisa memberikan tontonan Animasi Serial Riko The Series yang berjudul Aku Ingin Terbang. Animasi tersebut cukup ringan dan menarik untuk mengenalkan ilmuwan muslim pada anak anak kita.