Inilah Muslimah Penemu Alat Tes Covid-19 Tercepat di Dunia

Inilah Muslimah Penemu Alat Tes Covid-19 Tercepat di Dunia

Dunia kini sedang bertarung melawan covid-19, jenis penyakit menular baru yang awalnya hanya menyerang Wuhan, Tiongkok pada akhir tahun 2019. Namun sekarang, ratusan Negara termasuk Indonesia mengklaim kehadiran covid-19 yang telah merenggut banyak nyawa di setiap tempat terjangkit.

Hal ini lantas menjadi hal serius karena dampaknya begitu luas. Para  ilmuwan kesehatan pun berbondong-bondong melakukan penelitian untuk menciptakan alat tes covid-19. Hal ini dimaksudkan agar mencegah penyebaran covid-19 meluas karena covid-19 sangat mudah menyebar dan orang-orang yang sudah terjangkit covid-19  banyak yang tidak memiliki gejala apapun. Sehingga alat tes ini penting sekali agar pasien positif corona bisa langsung mengisolasi diri agar tidak menularkan virusnya ke orang lain lagi.

Nah, ternyata alat  tes covid-19 ini telah ditemukan. Siapa sangka  jika akhirnya seorang ilmuwan muslimah  lah yang menjadi penemu alat tes covid-19 tercepat di dunia. Pemakaian alat tes tersebut hanya lima menit saja. Cepat sekali, bukan?  Ilmuwan muslimah tersebut ialah Profesor Jackie Ying, kepala Lan NanoBio Agency For Science, Technology and Research (A*Star). Jackie Ying dan timnya telah bekerja selama enam minggu untuk dapat menyelesaikan pengerjaan alat tes covid 19 tercepat.  Alat Tes Covid 19 yang telah diciptakan tersebut  telah divalidasi klinis awal pada Rumah Sakit Wanita dan Anak-Anak.

Sosok Jackie Ying merupakan sosok muslimah yang patut dijadikan inspirasi. Jackie Ying yang  memiliki nama lengkap Jackie Yi-Ru Ying ini merupakan seorang muallaf  yang masuk islam di usianya yang ke 30-an. Saat menjadi muslimah, Jackie Ying aktif melakukan syiar agama islam pada Yayasan Mandaki, sebuah Yayasan yang memiliki  visi mengembangkan sumber daya komunitas muslim melayu di Singapura.

Baca juga: Shireen Sungkar Juri Pengisi Suara Riko The Series

Ilmuwan muslimah berdarah Taiwan tersebut telah tertarik dengan ilmu pengetahuan sejak kecil, khusunya ilmu kimia.  Karenanya ia menjadi ilmuwan yang hebat dan diakui karya-karyanya. Ia pernah dinobatkan menjadi salah satu orang dari 100 Insinyur  Era Modern oleh Insitut Insinyur Kimia Amerika pada tahun 2008, menjabat posisi Direkut Eksekutif Lembaga Bioengineering dan Nantotelnologi (IBN) di Singapura, ia juga merupakan satu diantara 500 muslim paling berpengaruh menurut RISSC, dan masuk kedalam 100 Insinyur Era Modern oleh AIChE pada perayaan Centenialnya di Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional Jerman, Leopoldina.

Tidak hanya itu, Jackie Ying dinobatkan sebagai Rekan Akademi Penemu Nasional Amerika Serikat (NAI), dan menjadi salah satu penemu yang mendaptkan kehormatan di tahun 2017 bersama 155 penemu lainnya yang berasal dari seluruh dunia. Jackie Ying juga meupakan seorang profesor yang paling muda di Massachusetts Insitute of Technology (MIT) dan merupakan anggota termuda dari Akademi Ilmu Pengetauan Leopoldina Jerman.

Dalam suatu pidatonya, Jackie Ying menyampaikan pesan bahwa Nabi Muhammad SAW telah menganjurkan umatnya untuk mencari ilmu pengetahuan karena ilmu pengetahuan itu merupakan kunci untuk meningkatkan martabat hidup manusia. Ia juga mengatakan bahwa ilmu pengetahuan dan juga teknologi merupakan sebuah kunci kemashalatan bagi masyarakat, tidak hanya untuk komunitas muslim saja namun juga untuk seluruh dunia.

Itulah beberapa fakta mengenai Jackie Ying, profesor inspiratif yang juga rajin menulis artikel dan mengisi acara konferensi Internasional. Dari beliau, kita belajar bahwa muslimah hendaknya juga senantiasa berkarya dan berkontribusi. Tidak terbatas pada pengajaran agama saja, tapi pada masing-masing bidang yang kita kuasai.