Mengenal Perbedaan Paten dan Paten Sederhana

Mengenal Perbedaan Paten dan Paten Sederhana

Paten merupakan hak eksklusif yang diberikan kepada suatu invensi. Invensi merupakan ide pemilik karya baik itu secara individual maupun perkelompok, yang disebut dengan istilah inventor. Karya sang inventor yang dituangkan kedalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang berkhusus pada bidang teknologi baik itu dalam produk maupun pengembangan dari sebuah produk merupakan sebuah paten.

Paten diberikan suatu negara berdasar dengan permohonan dengan jangka waktu perlindungan selama 20 tahun. Dengan adanya paten tersebut, pemegang paten memiliki hal untuk menetapkan siapa yang berkenan dan tidak memiliki kepentingan dalam menggunakan invensi tersebut dalam masa perlindungannya. Tidak hanya itu, pemegang paten  dapat menjual hak atas invensi nya kepada pihak lain, pemegang paten juga bisa melisensikan paten miliknya. Selain paten, ada juga yang dinamakan dengan paten sederhana. Berikut hal yang membedakan paten dengan paten sederhana:

1. Jumlah Klaim

Jika paten, jumlah klaim nya bisa memiliki satu invensi maupun beberapa invensi lainnya yang merupakan satu kesatuan invensi. Sedang dalam paten sederhana, jumlah kaimnya hanya terbatas pada satu invensi.

2. Masa Perlindungan

Jika paten, masa perlindungannya yakni 20 tahun sejak tanggal penerimaan permohonan paten, sedang paten sederhana memiliki masa perlindungan 10 tahun yang terhitung sejak tanggal penerimaan permohonan paten.

3. Pengumuman Permohonan

Pengumuman permohonan paten yakni selama 18 bulan setelah tanggal penerimaan, sedang pengumuman permohonan paten sederhana yakni 3 bulan setelah tanggal penerimaan.

Baca juga: Pentingnya Lisensi Pada Software

4. Jangka Waktu Mengajukan Keberatan

Jangka waktu mengajukan keberatan paten selama enam bulan terhitung sejak diumumkan sedang pada paten sederhana selama tiga bulan terhitung sejak diumumkan.

5. Pemeriksaan Substantif

Pada hal paten, pemeriksaan substansif berupa  kebaharuan (novelty) serta langkah inventif, dan juga hal yang  dapat diterapkan dalam industri. Pemeriksaan ini berkisar pada jangka waktu 36 bulan yang terhitung sejak tanggal penerimaan permohonan pemeriksaan substantif. Sedang pada paten sederhana, pemeriksaan substansif yang dilakukan berupa kebaharuan (novelty), dan juga dapat diterapkan dalam bidang industri. Untuk waktunya, pemeriksaan substansif paten sederhana selama 24 bulan terhitung sejak tanggal penerimaan permohonan pemeriksaan substantif.

Itu dia perbedaan perbedaan paten dan juga paten sederhana. Agar lebih mengenal paten, maka gambaran produk paten adalah seperti misalnya karya Bapak BJ Habibie dengan Auronautika nya, yakni formula dalam menghitung bagaimana keretakan pesawat dengan baik hingga atom-atomnya atau Alat Pemindai (ECVT) yang diciptakan oleh Warsito, yakni alat yang mampu mendeteksi bagian dari keseluruhan otak manusia bahkan termasuk bagian dalamnya. Nah, itu dia contoh produk produk paten asal warga Negara Indonesia yang luar biasa hebatnya.