Menyebar E-book Kena Pelanggaran Intellectual Property?

Menyebar E-book Kena Pelanggaran Intellectual Property?

Pernah mendapat e-book bahkan film secara cuma-cuma? yang dapat diakses secara gratis dan mudah. Padahal buku tersebut buku best seller, bahkan film layar lebar yang keduanya membutuhkan biaya jika kita ingin menikmatinya. Namun, dengan mudahnya kita mendapat itu hanya dari pesan whatsapp yang beredar. Apalagi, semenjak pandemi banyak sekali kita melihat link film dan buku secara gratis itu bertebaran. Mungkin untuk mengatasi kejenuhan selama berada dirumah saja. Namun, apakah itu legal dan diperbolehkan?

Kepala Subdirektorat Pelayanan Hukum Direktorat Hak Cipta, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Agung Damar Sasongko menyatakan pendapatnya mengenai hal tersebut di suatu kesempatan “Ketika buku sampai ke tangan pembaca, maka buku tersebut telah melibatkan banyak orang, mulai dari penulisnya, editor, ilustrator, desainer, percetakan, distributor, dan kemudian dijual di toko buku atau secara daring. Semua itu merupakan proses yang dilalui untuk melahirkan satu buku,”. Bapak Agung juga menambahkan bahwa Selain tidak menghargai karya orang lain, saat membaca buku bajakan pelaku juga telah memutus rezeki bukan hanya untuk penulisnya saja, tetapi juga termasuk orang-orang yang terlibat tadi.

Sedih sekali bukan. Betapa besar usaha seseorang dalam menyusun sebuah buku. Diperlukan usaha yang tidak sedikit. Memakan waktu, dan energi. Kemudian, tanpa sepengetahuannya, karya itu beredar tanpa izin. Orang orang dapat menikmati karyanya namun buah dari usahanya tersebut tidak memberikan keuntungan kepadanya. Jika kita lihat, pada Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (UUHC) Pasal 40 ayat (1) huruf a, disebutkan bahwa buku dan semua karya tulis lainnya adalah ciptaan yang dilindungi. E-book sebagai karya tulis juga termasuk ciptaan yang dilindungi, yang pelindungan hak ciptanya sama dengan buku yang dicetak. Disini yang berbeda hanya medianya saja. Namun karyanya sama.

Baca juga: Mengapa Penting Mengapresiasi Intellectual Property

Bapak Agung Damar Sasongko menyatakan bahwa Fenomena ini disebut sebagai indirect infringement. Indirect infringemen adalah pelanggaran secara tidak langsung. Jadi pelanggar secara tidak langsung biasanya melakukannya secara sembunyi-sembunyi dan mendistribusikan antara teman dengan teman. Menurutnya, peredaran e-book di jejaring grup WhatApp dapat dikatakan ilegal jika seseorang menggandakan dan menyebarkannya tanpa adanya izin dari pencipta maupun pemegang hak cipta. Namun, jika pdf tersebut merupakan bonus buku dari pembelian buku cetak misalnya, maka pdf itu tergolong legal. Jika melanggar, maka bisa dipidana. dalam UU Hak Cipta dijelaskan mengenai adanya hak ekonomi dari seseorang atau pemegang hak cipta itu, dan adanya pendistribusian dalam bentuk yang sifatnya elektronik maupun non-elektronik.

Hal tersebut sesuai dengan Pasal 9 ayat (2) UUHC yang menyebutkan bahwa Setiap Orang yang melaksanakan hak ekonomi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib mendapatkan izin Pencipta atau Pemegang Hak Cipta. Termasuk penerbitan Ciptaan, pendistribusian Ciptaan atau salinannya, dan penggandaan Ciptaan dalam segala bentuknya. Karenanya, berhati hati dalam menyebar e-book, bahkan saat mendapat edarannya agar tidak melanggar hak cipta dan mendapat dampak yang tidak diinginkan dari pelanggaran tersebut. Pastikan terlebih dahulu buku tersebut memang bebas akses. Kalaupun mendapat penawaran buku gratis dari satu pihak. Maka pastikan juga apakah buku tersebut sudah menjadi public domain atau memang boleh dibagikan secara gratis seperti buku-buku yang tergabung di dalam creative commons sepanjang tidak merubah nama pencipta ataupun isinya. “Artinya untuk menghargai pencipta buku atau pemegang hak, kita tentunya harus memiliki komitmen untuk mendapatkan buku-buku yang secara legal,”

Intellectual property mengajarkan kita untuk lebih menghargai karya orang lain. Dengan tidak menikmati karya orang lain dalam bentuk bajakan maka itu artinya kamu telah menghargai sang pencipta karya. Menikmati hasil karya orang lain secara legal merupakan salah satu cara kamu berterima kasih dan mengapresiasi usaha orang lain dengan cara yang sangat elegan.