Pentingnya Lisensi Pada Software

Pentingnya Lisensi Pada Software

Software awalnya tidak termasuk kedalam kategori hak cipta intellectual property yang dilindungi oleh undang-undang. Pada masa sebelum tahun 80-an, software dianggap tak memiliki kriteria yang tergolong kedalam karya seni maupun karya tulis. Barulah pada akhir tahun 1980-an, adanya respon dari pemerintah Amerika serta dari perusahaan software agar software di masukkan dalam perlindungan hak cipta. Permintaan tersebut diterima, sehingga kini kita bisa melihat software pun dilindungi undang-undang, termasuk di Indonesia yang bisa kita temui peraturannya di Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta yang mana komputer termasuk dalam kategori karya tulis.

Dalam undang-undang, Lisensi merupakan izin yang diberikan oleh Pemegang Hak Cipta atau Pemegang Hak Terkait kepada pihak lain untuk mengumumkan dan/atau memperbanyak Ciptaannya atau produk Hak Terkaitnya dengan persyaratan tertentu. Lisensi pada software berarti adanya pemberian izin dari pemilik merek maupun dagang kepada pihak lain dengan syarat dan perjanjian yang telah keduanya sepakati.  Lisensi pada software memberikan keuntungan pada beberapa pihak seperti programmer dan pengembang software. Hal itu dikarenakan adanya jaminan keamanan pada software tersebut, para pengembang pun tak perlu khawatir jika ada pihak lain yang mencoba untuk menyalahgunakan software, karena ada hukum yang mengatur mengenai hal tersebut. Di Indonesia, peraturan mengenai lisensi tercantum pada Undang-undang no.19 tahun 2002.

Baca juga: Jenis-Jenis Ciptaan yang Dilindungi dan Masa Berlaku Perlindungan

Lisensi pada software pun memiliki beberapa jenis. Jenis-jenis lisensi pada software adalah:

  1. Lisensi Commercial  merupakan lisensi suatu software yang dibuat memang tujuannya untuk komersil. Jadi orang yang ingin menggunakan software tersebut haruslah mendapat izin dari pemiliknya terlebih dahulu. Izin penggunaan software tersebut biasanya dengan melakukan transaksi pembelian software tersebut. Seperti misalnya sistem operasi Windows dari Microsoft. Nah, untuk bisa menggunakan sistem operasi Windows tersebut di komputer maupun laptop kita, terlebih dahulu harus dibeli arena software tersebut merupakan software yang memiliki lisensi.
  2. Lisensi Non Commercial  merupakan lisensi suatu software yang tidak memiliki keuntungan komersial. Software ini murni ini tidak mencari keuntungan namun biasanya dibuat untuk pelayanan umum seperti misalnya yang digunakan pada sekolah maupun rumah sakit.
  3. Lisensi Trial merupakan lisensi software yang memperbolehkan pihak lain menggunakannya secara bebas namun dalam batas waktu yang ditentukan. Jika waktu yang telah ditentukan habis, maka si pengguna harus membelinya dan tidak bisa menggunakan demo tersebut lagi secara gratis. Contoh lisensi trial ini seperti misalnya pada Avast Antivirus.
  4. Lisensi Freeware merupakan lisensi pada suatu software gratis yang bisa kita gunakan secara penuh fitur fitur yang dimilikinya. Contoh lisensi freeware dapat kita temukan pada browser seperti misalnya Google chrome bahkan WhatsApp juga merupakan contoh lain dari lisensi freeware.
  5. Lisensi Open Source merupakan sofwatre yang bisa didapatkan secara bebas bahkan diperbolehkan untuk mengubah serta menyebarluaskannnya. Lisensi open source ini dibuat untuk kepentingan umum. Salah satu contoh dari lisensi open source ini ialah notepad++.

Itulah beberapa jenis lisensi pada software. Dengan adanya lisensi, selain pengguna mendapat manfaat dari pengembangan maupun ciptaan si pemilik cipta namun si pemilik cipta juga mendapat keuntungan dan jaminan atas perlindungan karyanya.