Tips Membangun Kepercayaan Diri Anak

Tips Membangun Kepercayaan Diri Anak

Membangun kepercayaan diri pada anak itu sangat penting. Dengan percaya diri, anak akan merasa lebih nyaman dengan dirinya. Saat percaya diri, dia akan makin berani mencoba, mandiri dan tidak gampang menyerah. Tidak hanya itu percaya diri mampu menumbuhkan kebahagian mental dan juga sosial serta lebih siap menghadapi kegagalan. Kepercayaan diri pada anak bisa ditumbuhkan oleh orangtua.

Jangan sampai menjadi orangtua yang malah menjadi penyebab anak menjadi tidak percaya diri. Sikap-sikap seperti suka membentak dan memukul anak, selalu mengungkit dan mengulik-ulik kesalahan anak, atau juga membicarakan keburukannya didepan banyak orang dapat membuat anak menjadi tidak percaya diri.

Karenanya orangtua harus memerhatikan sikapnya saat berinteraksi dengan anak. Seorang praktisi psikolog di Universitas Pennsylvania bernama D’Archy Lyness, menyatakan bahwa kepercayaan diri anak itu dapat dibangun sejak anak masih bayi. Karenanya jangan sia siakan ya. Banyak hal hal yang kita anggap kecil bahkan sepele ternyata punya dampak yang besar.

Berikut beberapa tips membangun kepercayaan diri anak yang disarankan Dr. Roseanne Lesack, psikolog yang sudah bersertifikat yang juga sebagai direktur Yayasan Klinik Anak Unicorn pada Universitas Nova Southeastern, Florida, AS.

1. Memberikan Anak Pujian Atas Hasil Kerja Kerasnya

Jika orangtua memuji anak atas pekerjaan yang ia lakukan maka anak akan merasa percaya diri. Karenanya para orangtua harusnya tidak memuji anak berdasar pada "nilai" yang ia dapat  namun pujian dilontarkan untuk mengapresiasi kerja keras yang ia lakukan.

2. Melatih Anak Memuji Diri Sendiri

Latihlah anak agar ia dapat memberikan pujian terhadap dirinya sendiri dengan cara memberi pujian padanya dengan kalimat yang positif. Tapi ingat, untuk tidak memberikannya pujian yang berlebihan dan mengada ngada.

Baca juga: Tayangan Animasi Islami Terbaik Tentang Science dan Al-Qur'an

3. Memberikan Anak Pujian Secara Spesifik

Memberikan anak pujian secara spesifik membuat anak dapat mengetahui dimana sisi kelebihannya yang menonjol. Misal dalam permainan sepak bola. Berilah komentar pada anak misalnya seperti "Gol di babak kedua, tendangannya sangat bagus" dibanding dengan hanya mengucapkan "permainanmu bagus."

4. Menerima Kelemahan Anak

Terimalah kelemahan anak dan beri tahu anak mengenai kekurangan/ kelemahannya dengan ucapan yang baik. Tidak menyinggung dirinya. Memberi tahu ia kekurangan didampingi dengan permintaan untuk memperbaikinya agar anak tidak merasa sombong.

Hal itu bisa disampaikan dengan cara yang baik seperti, "Ada orang-orang yang memang harus belajar lebih keras agar mengerti matematika. Tapi, hal itu bukan masalah. Asal rajin, insyaAllah kamu bisa." Jangan sekali kali mengatakan dengan kalimat yang merendahkan seperti,"Kamu sangat buruk dalam pelajaran matematika." Kata kata itu akan tertanam dalam pikiran anak dan bisa membuat anak menyerah duluan dan tidak percaya diri.

5. Memberikan Anak Pemahaman Mengenai Kerjasama

Ajarkan anak bahwa tidak semua hal bisa dikerjakan sendiri, namun butuh bantuan orang lain. Dengan mengerjakan suatu hal bersama sama maka hasilnya akan lebih baik. Sehingga anak tidak merasa kecil, ketika tidak bisa melakukan suatu hal.

Selain itu, menumbuhkan kepercayaan diri pada anak bisa dengan cara mendukungnya saat berusaha sesuatu, membiarkan anak menyelesaikan masalah dengan usahanya sendiri, mendorong keinginantahuan anak, memberikan anak tantangan baru, dan memberikan anak semangat saat anak mencoba sesuatu hal yang baru baginya. Nah buat para orangtua, selamat mencoba ya. Proses menumbuhkan kepercayaan pada diri anak tidak instan, maka orangtua perlu sabar, serius, serta konsisten.