Tips Membuat Anak Mandiri Sejak Kecil

Tips Membuat Anak Mandiri Sejak Kecil

Memiliki anak yang mandiri tentu cukup melegakan. Karenanya, orangtua harus banyak belajar agar anaknya tidak menjadi anak yang senang bergantung kepada orang tua. Mengajari anak untuk menjadi mandiri butuh proses yang panjang dan dimulai sejak kecil. Bahkan sejak balita, orangtua sudah bisa mengajarkan padanya sikap mandiri secara pelan-pelan dengan cara yang sederhana serta tepat.

Anak yang mandiri akan lebih mudah menyelesaikan masalahnya sendiri, ia juga tidak mengandalkan orangtuanya seratus persen sehingga ia juga menjadi pribadi yang percaya diri, solutif dan bertanggungjawab.

Hal ini juga diutarakan Dra Tatik Meiyuntari Ningsih Mkes Psikolog yang mengatakan bahwa kemandirian penting dilatih sejak dini agar tugas perkembangan lainnya tidak terhambat dan hal ini ikut membentuk kepribadian serta karakter anak. Selain itu, anak yang mandiri memiliki kemampuan mengambil keputusan, tidak bergantung pada orang lain, kemampuan mengatur diri, tanggung jawab, percaya diri, kemampuan berinisiatif dan hasrat berkompetisi. Berikut beberapa tips membuat anak mandiri sejak kecil:

1. Menjelaskan Pada Anak Kenapa Harus Mandiri

Menurut Shanty Komalasari MPsi, seorang Psikolog, orang tua perlu menjelaskan kepada anak mengapa ia harus mandiri. Saat meminta anak makan sendiri misalnya. Jangan katakan padanya anak harus makan sendiri agar tugas orangtua berkurang, karena itu membuat anak merasa diabaikan. Namun, berikan alasan lainnya seperti mengatakan padanya makan sendiri itu hebat, dan anak bisa mengontrol seberapa banyak makanan yang ingin ia makan.

Saat memberikan penjelasan pada anak, orangtua harus berhati-hati agar tidak terjadi kesalahpahaman. Shanty juga mengatakan jika anak sudah bisa melakukan aktivitas untuk membantu dirinya sendiri, maka anak bisa diberikan tugas harian lain secara rutin seperti misalnya menyimpan sepatu sendiri di rak. Aktivitas rutin itu tidak hanya menjadikan anak mandiri namun membuat anak menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab. Shanty juga mengingatkan orangtua, untuk tidak lupa memberikan reward pada anak setelah ia berhasil melakukan aktivitasnya.

2. Mengenalkan Dunia Luar Pada Anak

Ajak anak anda untuk berbaur dengan orang lain. Seperti membawanya ke taman bermain. Anak anda akan melihat banyak anak-anak lain yang mungkin tidak jauh beda usianya di taman. Disana, biarkan anak mengeksplor. Jika anak tidak tertarik berkenalan maka biarkan ia hanya bersenang-senang sambil membiasakan diri dengan lingkungan yang ramai dengan anak seusianya.

Mungkin ada anak yang awalnya merasa risih dan lebih senang bermain dirumah dengan orangtua. Tak mengapa, pelan-pelan saja. Jangan memaksa anak untuk langsung terjun dan berekspetasi ia langsung pintar bersosialisasi. Namun sedikit demi sedikit.

Baca juga: Tips Agar Tegar Dalam Menghadapi Masalah

3. Berikan Anak Wewenang Saat Membeli

Dra Tatik juga mengatakan untuk memberikan anak wewenang saat membeli sesuatu. Hal itu dilakukan agar anak bisa lihat perbedaan membeli karena ia butuh atau karena ia perlu.

Anak juga bisa diberikan uang saku secara reguler. Dengan begitu, anak bisa mengatur keuangannya sendiri. Nah, ini bisa dipraktikkan pada anak yang sudah lebih besar, ya.

4. Jangan Membantu Semua Hal

Kadang, saat anak kesusahan melakukan sesuatu orangtua tidak tega dan langsung membantu anak. Padahal, orangtua harus berikan anak waktu untuk melakukannya sendiri agar ia terbiasa melakukannya sendiri. Seperti misalnya saat anak sedang makan belajar sendiri, biarkan jika banyak makanan yang tumpah dan lantai jadi kotor. Anak akan belajar dari hal tersebut sedikit demi sedikit.

5. Memberikan Anak Contoh

Pendidikan terbaik untuk anak tidak hanya dari kata kata saja, namun juga dengan tindakan. Karenanya berikan anak contoh kemandirian. Jangan sampai kita mengajarkan anak kemandirian tapi kita sendiri jauh sekali dari kata mandiri.

Pada anak usia dua hingga enam tahun, ada beberapa kegiatan yang bisa melatih kemandirian anak seperti melatih anak bab sendiri di toilet, mengajari anak agar bisa mandi sendiri, dan juga berpakaian sendiri. Berikan juga ia tugas untuk membersihkan mainannya setelah ia gunakan, dan juga memberikan kebebasan padanya untuk memilih pakaian. Ajarkan juga ia bagaimana menabung, melatih ia membeli sesuatu sendiri, dan juga mengajarinya untuk mengucapkan kata terimakasih.

Melatih kemandirian anak akan memberikan dampak yang baik diusia dewasanya kelak. Karenanya semangat terus dalam proses memberikan anak pelajaran mengenai kemandirian dan jangan lupa untuk sering memberikan apresiasi terhadap usaha yang telah ia lakukan ya. Hal itu dimaksudkan agar anak senang dan merasa diperhatikan. Semoga anak kita bisa menjadi anak yang mandiri ya.