Tips Mengajarkan Anak Untuk Bertanggung Jawab

Tips Mengajarkan Anak Untuk Bertanggung Jawab

Mengajarkan anak untuk bisa bertanggung jawab merupakan salah satu hal yang harus orang tua tanamkan kepada anak-anaknya. Karena dengan memiliki rasa tanggung jawab, anak akan mampu memilah mana hal baik dan tidak baik, dan bisa menerima konsekuensi dari apa-apa yang ia perbuat. Seperti kebanyakan anak yang suka lupa waktu saat bermain, sehingga melalaikan tanggung jawabnya untuk mengerjakan tugas dari sekolah, mengabaikan aturan yang telah dirancang bersama, maupun bersikap seenaknya saat melakukan kesalahan. Lalu bagaimana agar anak bisa bertanggung jawab? Berikut beberapa tips mengajarkan anak untuk bertanggung jawab:

  1. Ajarkan anak mengenai prioritas. Bermain sah-sah saja. Karena bermain juga salah satu cara lain anak belajar. Namun ajarkan anak prioritas. Mana yang harus diprioritaskan. Kemudian orangtua bisa membantu anak mengatur jadwalnya. Seperti misalnya membuat PR dulu, kemudian boleh melanjutkan aktivitas bermain. Saat sudah mengatur jadwal, maka pentingnya untuk disiplin. Saat waktu bermain sudah usai, maka mau tidak mau harus berhenti. Jangan sampai karena lalai, malah mengabaikan hal yang paling harus diprioritaskan. Seperti dalam serial animasi Riko The Series yang berjudul Astaghfirullah Aku Lupa. Riko yang asyik bermain mobil-mobilan jadi lupa mengerjakan PR. Padahal kakaknya sudah mengingatkannya berkali-kali, tapi karena abai dan mementingkan keinginannya. Riko yang keasyikan bermain mobil mobilan harus mengerjakan PR di malam hari dan memakan waktu tidurnya. Padahal harusnya ia bisa istirahat lebih awal.
  2. Berikan anak penjelasan mengenai tanggung jawab dengan bahasa yang mudah dimengerti. Seperti mengapa anak harus membagi waktunya pada beberapa porsi. Mungkin anak tidak suka waktu luangnya digunakan untuk tidur siang atau belajar karena maunya hanya main saja. Disinilah pentingnya peran orangtua dalam menjelaskan kepada anak bahwa kehidupan tidak hanya seputar memuaskan keinginan. Jelaskan dengan bahasa ringan dan dengan sikap yang tenang. Saat sudah memberikan anak pemahaman dan kemudian anak tidak bisa bertanggung jawab, maka jangan menyalahkannya. Namun ajarkan pelan pelan sampai ia mengerti sepenuhnya tentang tanggung jawab.
  3. Ingatkan anak mengenai tugasnya. Sama seperti kita yang memiliki sifat lupa, maka begitu juga dengan anak. Ingatkan anak mengenai tugasnya. Seperti kakak Riko yang tidak bosan mengingatkan Riko untuk mengerjakan PRnya berkali-kali.
  4. Berikan anak apresiasi jika berhasil bertanggung jawab. Ya, tidak ada salahnya memberikan apresiasi pada anak yang bisa bertanggung jawab. Saat anak berani mengakui kesalahannya, saat anak berhasil menyelesaikan tugasnya, saat anak melakukan suatu hal positif atas dorongan dirinya sendiri maka berikan ia apresiasi. Tidak perlu berlebihan, namun hanya agar ia mengingat dan menyadari bahwa ia telah melakukan hal yang benar dan perilakunya dapat dipertahankan.

Itulah beberapa tips mengajarkan anak untuk bertanggung jawab. Pada hakikatnya, setiap manusia memiliki tanggung jawabnya masing-masing, dengan Sang Pencipta, dengan dirinya sendiri, keluarga, masyarakat serta nusa dan bangsa. Anak yang memiliki rasa tanggung jawab bisa menjadi pribadi yang dapat dipercaya, dihormati, dihargai serta disenangi oleh orang lain. Selain itu anak akan memiliki sikap berani dalam mengakui kesalahan serta membuatnya lebih berhati hati dalam melakukan kesalahan.

Baca juga: Tips Membangun Kepercayaan Diri Anak